Senin, 12 Januari 2009

REFLEKSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA (Pertemuan Terakhir)

REFLEKSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA (Pertemuan Terakhir)
Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang harus dipelajari oleh setiap peserta didik mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Matematika merupakan sarana berfikir logis yang berdasar pada pola pikir deduktif. Matematika memiliki peranan yang sangat penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga setiap peserta didik harus menguasai matematika.
Matematika sekolah merupakan matematika yang diajarkan di sekolah yaitu sekolah dasar dan sekolah menengah. Matematika sekolah berguna menumbuhkembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk pribadi serta berpandu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai seorang pendidik perlu meningkatkan perhatian dan usaha dalam pembelajaran matematika di sekolah, sehingga pelajaran tetap mengacu pada perkembangan pribadi siswa dengan tidak mengorbankan karakteristik matematika sebagai ilmu deduktif, abstrak dan konsisiten.
Penyajian matematika disesuaikan dengan perkiraan perkembangan intelektual siswa, yaitu dengan mengaitkan materi yang disampaikan dengan realitas di sekitar siswa.
Pola pikir matematika sebagai ilmu adalah deduktif. Namun dalam proses pembelajaran di sekolah dapat digunakan pola pikir induktif. Tujuan pendidikan matematika sekolah memuat tujuan yang bersifat formal dan tujuan yang bersifat material. Tujuan yang bersifat formal lebih menekankan kepada kemampuan menerapkan matematika dan keterampilan matematika. Sedangkan tujuan yang bersifat material antara lain karena tuntutan lingkungan yang sangat dipengaruhi oleh sistem evaluasi regional ataupun rasional. Ini mengakibatkan banyak orang menganggap bahwa tujuan pendidikan matematika hanyalah didomain kognitif saja.
Nilai terhadap ahli matematika telah dikembangkan sebagai bagian dari suatu disiplin dengan kekuatan logis dan estetika. Matematika sekolah memperkenalkan beberapa kepentingan dari beberapa hak-hak yang istimewa dalam masyarakat, disebabkan oleh fungsi sosial yang khusus dalam matematika sebagai penyaring kritikan dalam syarat menuju prestasi yang lebih baik. Jadi nilai-nilai yang tersembunyi dalam matematika dan matematika sekolah memenuhi dominasi kebudayaan dalam masyarakat dalam suatu sekolah.
Dalam pembelajaran matematika harus disadari akan keberadaan akan dimensi ruang dan waktu. Kesadaran dimensi ruang yaitu suatu kesadaran akan keberadaan siswa sebagai peserta didik dengan memperhatikan keadaan siswa, proses pembelajaran siswa. Sedang dimensi ruang adalah suatu kesadaran akan karakteristik siswa yang dapat diperhatikan dari umur dan perkembangan intelektualnya.
Guru harus berusaha menjadikan siswa tertarik belajar matematika, membuang sikap negatif terhadap matematika dan sadar akan peranan matematika dalam kehidupan. Merubah pandangan siswa yang menganggap metematika adalah pelajaran yang membosankan, penuh dengan angka dan perhitungan yang tiada arti. Guru harus menjadikan pelajaran matematika adalah pelajaran yang menarik, indah dan penuh makna sehingga siswa dapat membuang anggapannya tentang matematika yang merupakan robot di siang bolong. Guru dapat menerapkan berbagai macam metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan, menjadikan matematika adalah suatu kebutuhan. Sehingga siswa memperoleh kesadaran diri dan mengerti arti matematika yang sesungguhnya, menjadikan matematika sebagai taman yang indah dan tempat yang nyaman. Matematika adalah seni, matematika adalah alat berfikir yang berdasar logika. Berfikir matematika dapat melatih kesabaran, menjadikan pembelajar matematika mencintai kejujuran dan selalu mencari kebenaran, matematika tidak mengenal adanya prasangka dan intuisi. Matematika adalah ilmu yang bersifat universal dan dikenal diseluruh dunia. Matematika dapat dipelajari kapan dan dimanapun kita berada. Matematika sebagai alat pemersatu yang dapat mempesatukan pelajar di seluruh dunia melalui simbol-simbol matematika yang sifatnya universal.
Matematika dapat dipelajari di seluruh dunia, matematika adalah kebutuhan dunia. Belajar matematika dapat meningkatkan kreatifitas. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan penemuan dan penyelidikan, member kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan dengan berbagai cara sehingga siswa sadar keberadaan matematika sebagai kegiatan problem solving, kegiatan imajinasi. Matematika adalah kegiatan sosial. Permasalahan dalam matematika dapat dipecahkan melalui kegiatan kelompok. Dimana dalam pembelajarannya siswa dapat dibentuk kedalam kelompok, agar siswapun dapat bekerja sama, saling membantu, saling mengenal satu dengan yang lainnya, siswa dapat saling menghargai, saling bertukar pikiran, membuka diri dan ikhlas menerima masukan dari orang lain. Matematika melatih siswa untuk mampu menarik suatu kesimpulan berdasar pada kesepakatan.
By. KARMAWATI, DIKDAS PGMI…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar